Tupolev Tu-144: Pesawat Supersonik Pertama di Dunia yang Dikalahkan oleh Sejarah

Tupolev Tu-144: Pesawat Supersonik Pertama di Dunia yang Dikalahkan oleh Sejarah

Tupolev Tu-144: Pesawat Supersonik Pertama di Dunia yang Dikalahkan oleh Sejarah

Tupolev Tu-144 adalah pesawat penumpang supersonik (supersonic transport) pertama di dunia yang pernah mengudara. Dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev milik Uni Soviet, pesawat dengan kode NATO Charger ini terbang perdana pada 31 Desember 1968 di Bandara Zhukovsky, dua bulan lebih cepat dibandingkan rival abadinya, Concorde.

Namun, kejayaan awal Tu-144 tidak berlanjut. Meski mampu mengalahkan Concorde dalam perlombaan menjadi yang pertama terbang, pesawat yang dijuluki "Concordski" oleh media Barat ini justru gagal mempertahankan karier komersialnya. Hanya 102 penerbangan komersial yang pernah dilakukan, dan programnya dihentikan pada 1983.

Apa Itu Tupolev Tu-144?

Tupolev Tu-144 adalah pesawat jet penumpang supersonik bermesin empat yang dirancang untuk membawa 120 hingga 140 penumpang dengan kecepatan jelajah lebih dari dua kali kecepatan suara (Mach 2). Pesawat ini merupakan hasil karya Biro Desain Tupolev (OKB-156) yang dipimpin perintis aeronautika Andrey Tupolev bersama putranya, Alexey Tupolev.

Pesawat ini dibuat sebagai jawaban politik dan teknologi Uni Soviet atas program Concorde yang dikembangkan bersama Inggris-Prancis. Sejak awal, target utamanya sederhana: terbang lebih dulu dan lebih cepat dari Concorde.

Kata Tu-144 diambil dari nama keluarga perancangnya, sedangkan NATO menamainya Charger. Dalam sejarah penerbangan dunia, Tu-144 dan Concorde adalah dua-satunya pesawat penumpang supersonik yang pernah beroperasi secara komersial.

Sejarah Kelahiran Tu-144: Dari Perang Dingin ke Angkasa

Kisah Tu-144 dimulai pada era 1950-an ketika ketertarikan terhadap kecepatan penerbangan semakin besar. Jet militer terbang semakin cepat, dan muncul gagasan pesawat penumpang supersonik. Di Inggris dan Prancis, proyek Concorde mulai berjalan resmi pada tahun 1962.

Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev yang mengetahui proyek ini sejak 1960 langsung memerintahkan industri penerbangan Soviet membuat pesawat yang setara. Awalnya, konsep Tu-144 bersandar pada pembom strategis supersonik Tu-135. Namun, desain akhirnya berkembang menjadi pesawat penumpang delta murni dengan empat mesin.

Prototipe pertama Tu-144 (nomor 68001) melakukan penerbangan perdana pada 31 Desember 1968, tepat di hari terakhir tahun tersebut, dan unggul dua bulan atas Concorde yang baru terbang pada 2 Maret 1969. Pada 5 Juni 1969, Tu-144 menjadi pesawat penumpang pertama yang menembus kecepatan suara, unggul empat bulan atas Concorde. Kemudian pada 26 Mei 1970, Tu-144 menjadi transportasi komersial pertama di dunia yang melampaui Mach 2.

Kemenangan teknis ini menjadi kemenangan politis besar bagi Uni Soviet, namun biaya yang harus dibayar di kemudian hari sangat mahal.

Desain dan Teknologi Unik Tu-144

Secara visual, desain Tupolev Tu-144 sangat mirip dengan Concorde: sayap delta ganda yang ramping, hidung yang dapat diturunkan saat lepas landas dan mendarat, serta empat mesin jet. Kemiripan ini membuat media Barat mencurigai adanya spionase industri Soviet terhadap rancangan Concorde.

Namun, para ahli menilai banyak perbedaan fundamental antara keduanya:

  • Canard "kumis" - Tu-144 memiliki sepasang canard (sayap kecil depan) yang dapat ditarik, terletak tepat di belakang kokpit, untuk meningkatkan daya angkat dan penanganan saat kecepatan rendah. Concorde tidak memilikinya.
  • Penempatan mesin - Empat mesin Tu-144 dipasang di dua nacelle (selubung) di bawah badan pesawat, sedangkan Concorde memisahkan masing-masing mesin di bawah sayap.
  • Roda pendaratan - Tu-144 memiliki 12 roda di bawah sayap (dua set empat roda di tiap sisi) karena ban karet sintetis Soviet dinilai lebih mudah rusak, ditambah dua roda depan.

Dengan panjang 65,7 meter, Tu-144 sekitar 4 meter lebih panjang dari Concorde (61,66 meter). Lebar sayapnya 28,8 meter dan tingginya 12,55 meter. Berat lepas landas maksimum mencapai 207.000 kg, lebih berat sekitar 20 ton dari Concorde kosong.

Dengan kecepatan maksimum Mach 2,15 (sekitar 2.500 km/jam) dan jelajah Mach 2,06 (2.125 km/jam), Tu-144 lebih cepat dari Concorde yang terbang di Mach 2,04. Pesawat ini dapat terbang di ketinggian 20.000 meter, melampaui batas ketinggian jelajah Concorde.

Namun, kecepatan ini membawa konsekuensi. Badan Tu-144 terbuat dari paduan aluminium yang membatasi kecepatan maksimal di Mach 2,2. Sekitar 15 persen bobotnya adalah titanium dan 23 persen material non-logam untuk menahan panas gesekan udara.

Mesin: NK-144 Hingga RD-36-51

Mesin Tupolev Tu-144 adalah salah satu kelemahan terbesarnya. Varian awal Tu-144S ditenagai empat Kuznetsov NK-144, turbofan dengan afterburner yang harus menyala penuh saat lepas landas dan menyala minimum saat jelajah supersonik. Konsumsi bahan bakar yang sangat boros ini membatasi jangkauan pesawat hanya sekitar 2.500 km, jauh di bawah Concorde.

Untuk mengatasi masalah ini, Soviet mengembangkan Kolesov RD-36-51, turbojet tanpa afterburner yang memungkinkan jelajah supersonik lebih hemat bahan bakar. Varian dengan mesin ini dinamakan Tu-144D, dengan jangkauan meningkat menjadi sekitar 5.330 km dengan muatan penuh. Namun, keandalan mesin baru ini tetap menjadi masalah hingga akhir program.

Sebagai perbandingan, Concorde yang menggunakan mesin Rolls-Royce/Snecma Olympus 593 dapat menempuh 6.470 km dengan muatan penuh, menjadikannya lebih layak untuk rute transatlantik.

Kecelakaan Paris Air Show 1973

Kecelakaan Tu-144 di Paris Air Show 1973 menjadi titik balik paling kelam dalam sejarah pesawat ini. Pada 3 Juni 1973, prototipe produksi kedua Tu-144 (nomor 77102) yang ditampilkan di hadapan lebih dari 250.000 penonton mengalami disintegrasi di udara saat melakukan demonstrasi akrobatik.

Pesawat yang dikemudikan pilot uji Mikhail Kozlov tiba-tiba membelok tajam ke atas kemudian jatuh dalam penyelaman curam. Sayapnya lepas dan pesawat hancur berantakan sebelum menghantam sejumlah rumah di Goussainville. Seluruh enam awak di dalam pesawat dan delapan orang di darat tewas, menjadikannya salah satu kecelakaan paling mematikan dalam sejarah pertunjukan udara.

Penyebab kecelakaan hingga kini masih diperdebatkan. Pihak Soviet menyalahkan tabrakan nyaris terjadi dengan jet Mirage Prancis yang terbang terlalu dekat untuk mengambil foto. Analis Barat menilai pesawat tersebut diterbangkan melampaui batas aman dalam upaya mengalahkan demonstrasi Concorde yang tampil lebih dulu.

Kecelakaan ini menunda proses sertifikasi dan produksi Tu-144 selama empat tahun, sekaligus merusak kepercayaan calon pembeli internasional.

Layanan Komersial: Hanya 102 Penerbangan

Layanan komersial Tupolev Tu-144 dimulai pada 26 Desember 1975 ketika maskapai nasional Soviet, Aeroflot, menerbangkan pesawat ini untuk mengangkut surat dan kargo antara Moskow dan Alma-Ata (kini Almaty, Kazakhstan). Layanan penumpang baru dimulai pada 1 November 1977.

Rute Moskow-Almaty dipilih bukan tanpa alasan. Rute ini jarang penduduknya, sehingga kebisingan luar biasa yang ditimbulkan Tu-144 tidak terlalu menjadi masalah. Sayangnya, masalahnya justru di dalam kabin.

Menurut kesaksian penumpang, suara di dalam kabin Tu-144 sangat memekakkan telinga. Karena posisi mesin yang berada tepat di belakang kabin penumpang, penumpang harus berteriak atau saling mengoper catatan untuk berkomunikasi. Unit pendingin udara yang mengambil udara dari saluran masuk mesin juga menimbulkan derau luar biasa, meski mutlak diperlukan agar kabin tidak panas oleh gesekan udara.

Selain bising, Tu-144 juga menghadapi serangkaian masalah keandalan: retakan pada airframe, gangguan roda pendaratan, alarm yang tidak bisa dimatikan, hingga kegagalan tangki bahan bakar. Dari total 102 penerbangan komersial, hanya 55 penerbangan yang membawa penumpang.

Akhir Tragis Layanan Penumpang

Nasib Tupolev Tu-144 benar-benar berubah pada 23 Mei 1978. Sebuah prototipe Tu-144D baru mengalami kebocoran saluran bahan bakar saat uji terbang dekat Moskow, menyebabkan delapan ton bahan bakar bocor ke dalam sayap kanan. Tiga dari empat mesin mati, namun pilot berhasil melakukan pendaratan darurat di dekat Yegoryevsk.

Dua awak tewas dan pesawat terbakar setelah mendarat, menjadi kerugian total. Insiden ini memicu larangan total penerbangan penumpang Tu-144. Layanan penumpang yang baru berjalan kurang dari tujuh bulan resmi dihentikan pada Juni 1978.

Aeroflot bahkan tidak pernah mencantumkan Tu-144 dalam rencana lima tahunnya (1976-1982), sebuah sinyal bahwa maskapai tersebut tidak pernah benar-benar yakin dengan pesawat ini. Pesawat yang tersisa hanya diizinkan terbang untuk kargo dan surat hingga programnya dihentikan sepenuhnya.

Pembatalan Program 1983

Program Tu-144 resmi dibatalkan oleh dekrit pemerintah Soviet pada 1 Juli 1983. Alasan utamanya adalah biaya operasional yang sangat tinggi, keandalan yang buruk, harga bahan bakar yang melonjak, serta minimnya minat asing.

Sebanyak 16 pesawat Tu-144 pernah dibangun oleh Voronezh Aircraft Production Association. Produksi berlangsung dari 1968 hingga 1984. Sebagian pesawat yang tersisa kemudian diberi kehidupan kedua sebagai:

  • Pelatih pilot pesawat ulang-alik Buran - Pada 1985, Tu-144D digunakan untuk melatih pilot menghadapi karakteristik terbang pesawat ulang-alik Soviet, Buran.
  • Laboratorium terbang - Pada 1986-1988, Tu-144D nomor 77114 digunakan untuk penelitian medis dan biologi radiasi atmosfer di ketinggian.
  • Pemegang rekor dunia - Pada Juli 1983, pesawat ini mencetak 13 rekor dunia FAI, termasuk ketinggian 18.200 meter dengan muatan hingga 30 ton.

Tu-144LL: Kolaborasi NASA dan Tupolev

Babak paling menarik dalam sejarah Tu-144 terjadi pada dekade 1990-an ketika NASA menyewa satu unit Tu-144D untuk program penelitian supersonik. Pesawat nomor 77114 yang hanya terbang 83 jam itu dirombak menjadi laboratorium terbang dengan empat mesin Kuznetsov NK-321 dan didaftarkan ulang sebagai RA-77114, bernama Tu-144LL.

Antara Juni 1996 hingga April 1999, Tu-144LL melakukan 27 penerbangan penelitian untuk mengumpulkan data aerodinamika supersonik yang digunakan dalam program High Speed Research (HSR) NASA, bekerja sama dengan Boeing. Data ini dimaksudkan untuk merancang transportasi supersonik generasi baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sayangnya, proyek HSR NASA sendiri akhirnya dibatalkan. Tu-144LL melakukan penerbangan terakhirnya pada 26 Juni 1999, mengakhiri seluruh era pesawat penumpang supersonik Soviet.

Spesifikasi Tupolev Tu-144 Lengkap

Berikut spesifikasi Tupolev Tu-144 varian Tu-144D yang menjadi acuan para pengamat penerbangan:

  • Tipe: Pesawat penumpang supersonik (SST) bermesin empat
  • Awak kokpit: 3 orang (kapten, kopilot, insinyur penerbangan)
  • Kapasitas penumpang: 150 (11 kelas satu, 139 kelas wisata)
  • Panjang: 65,7 meter
  • Lebar sayap: 28,8 meter
  • Tinggi: 12,55 meter
  • Luas sayap: 506,35 meter persegi
  • Berat kosong: 99.200 kg
  • Berat lepas landas maksimum: 207.000 kg
  • Mesin: 4 x Kolesov RD-36-51 turbojet (240 kN per mesin)
  • Kecepatan maksimum: Mach 2,15 atau sekitar 2.500 km/jam
  • Kecepatan jelajah: 2.125 km/jam
  • Jangkauan: 6.500 km (Tu-144D)
  • Ketinggian layanan: 20.000 meter
  • Jumlah produksi: 16 unit (termasuk prototipe)

Tu-144 vs Concorde: Siapa yang Lebih Baik?

Perbandingan Tu-144 vs Concorde selalu menarik bagi pencinta aviasi. Dari segi angka, Tu-144 unggul dalam banyak hal:

Spesifikasi Tupolev Tu-144 Concorde
Penerbangan perdana 31 Desember 1968 2 Maret 1969
Kecepatan jelajah Mach 2,06 Mach 2,04
Kecepatan maksimum Mach 2,15 Mach 2,04
Panjang 65,7 m 61,66 m
Kapasitas 150 92-128
Layanan penumpang 55 penerbangan Sekitar 50.000 penerbangan
Pensiun 1983 (program) 2003

Namun, di lapangan, Concorde terbukti jauh lebih sukses. Concorde beroperasi selama 27 tahun, menerbangkan ratusan ribu penumpang melintasi Atlantik, dan menjadi ikon abad ke-20. Tu-144 hanya bertahan tujuh bulan di layanan penumpang.

Mengapa Tu-144 Gagal? Pelajaran Penting

Banyak analis menilai kegagalan Tupolev Tu-144 terjadi karena beberapa faktor kunci:

  1. Terburu-buru - Tu-144 diterbangkan pertama kali hanya enam tahun setelah program dimulai, dengan pengujian yang jauh lebih singkat dibandingkan Concorde. Keinginan politik untuk menang atas Barat mengorbankan kematangan desain.

  2. Mesin boros bahan bakar - NK-144 yang membutuhkan afterburner terus-menerus selama jelajah supersonik membuat konsumsi bahan bakar sangat tinggi dan jangkauan pendek.

  3. Kebisingan ekstrem - Kabin yang berada di antara saluran masuk dan saluran buang mesin menciptakan derau yang memekakkan telinga.

  4. Masalah keandalan - Retakan airframe, kegagalan tangki, dan gangguan sistem yang terus berulang.

  5. Kecelakaan fatal - Kecelakaan Paris 1973 dan kecelakaan uji 1978 menghancurkan kepercayaan publik dan maskapai.

  6. Tidak ada kebutuhan pasar - Seperti dikatakan salah satu insinyur Soviet, "Negara ini pada dasarnya belum siap mengerahkan pesawat seperti ini."

Warisan Tu-144 Hingga Hari Ini

Meski gagal secara komersial, warisan Tupolev Tu-144 tetap hidup. Pesawat ini membuktikan kemampuan teknologi Uni Soviet yang mampu menciptakan pesawat supersonik sipil pertama di dunia, mengalahkan konsorsium Inggris-Prancis yang jauh lebih kaya.

Sebagian besar pesawat yang tersisa kini menjadi penghuni museum di Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet. Salah satu yang paling terkenal berada di Auto & Technik Museum Sinsheim di Jerman, di mana sebuah Tu-144 dipajang berdampingan dengan musuh bebuyutannya, Concorde, dalam satu atap museum. Ini satu-satunya tempat di dunia di mana kedua pesawat supersonik itu berdiri bersebelahan.

FAQ Tupolev Tu-144

Apa itu Tupolev Tu-144? Tu-144 adalah pesawat penumpang supersonik buatan Soviet yang terbang perdana tahun 1968, menjadi pesawat supersonik sipil pertama di dunia.

Mengapa Tu-144 disebut Concordski? Media Barat menyebutnya demikian karena kemiripannya yang mencolok dengan Concorde, serta dugaan spionase industri Soviet.

Apakah Tu-144 lebih cepat dari Concorde? Ya, Tu-144 lebih cepat dengan kecepatan maksimum Mach 2,15 dibandingkan Mach 2,04 Concorde.

Berapa banyak Tu-144 yang dibuat? Sebanyak 16 unit dibangun, termasuk prototipe.

Kapan Tu-144 berhenti terbang? Layanan penumpang berakhir 1978, program dihentikan 1983, dan penerbangan penelitian NASA terakhir pada Juni 1999.

Di mana Tu-144 bisa dilihat sekarang? Di berbagai museum di Rusia, Ukraina, dan satu unit di Museum Sinsheim, Jerman.

Kesimpulan

Tupolev Tu-144 adalah kisah paradoks dalam sejarah penerbangan. Ia memenangkan semua perlombaan yang bisa dimenangkan di atas kertas: terbang pertama, menembus suara pertama, melampaui Mach 2 pertama. Namun ia kalah dalam pertempuran yang paling menentukan: bertahan di udara komersial.

Kecelakaan, teknologi yang belum matang, dan tekanan politik Perang Dingin mengubah pesawat yang seharusnya menjadi kebanggaan menjadi "gajah putih" yang mahal. Meski demikian, pencapaian Tu-144 tidak bisa dihapus: ia adalah pesawat penumpang supersonik pertama dalam sejarah umat manusia, dan hingga kini hanya dua jenis pesawat di dunia yang pernah melayani penumpang pada kecepatan dua kali kecepatan suara.

Dalam era kebangkitan penerbangan supersonik dengan hadirnya proyek-proyek baru seperti Boom Overture, kisah Tu-144 menjadi pengingat abadi: kecepatan tidak ada artinya tanpa keandalan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak